Cara Rekonsiliasi Bank: Langkah, Contoh Perhitungan, dan Jurnal Penyesuaian
Panduan rekonsiliasi bank untuk UKM: penyebab selisih saldo, langkah mencocokkan rekening koran, contoh perhitungan, dan jurnal penyesuaiannya.
5 menit baca
Saldo kas di pembukuan dan saldo di rekening koran bank hampir tidak pernah sama persis pada tanggal yang sama. Selisih seperti itu wajar, asalkan setiap rupiahnya bisa dijelaskan. Proses menjelaskan selisih itulah yang disebut rekonsiliasi bank.
Artikel ini membahas apa itu rekonsiliasi bank, penyebab selisih yang paling sering muncul, langkah-langkahnya, contoh perhitungan lengkap, dan jurnal penyesuaian yang perlu dibuat sesudahnya.
Apa Itu Rekonsiliasi Bank?
Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo akun bank di pembukuan perusahaan dengan saldo yang tercatat di rekening koran dari bank, pada tanggal yang sama.
Tujuannya bukan sekadar membuat dua angka menjadi sama, tetapi memastikan:
- setiap transaksi yang tercatat di bank juga tercatat di pembukuan, dan sebaliknya,
- tidak ada salah catat nominal atau transaksi yang tercatat dua kali,
- saldo kas yang dilaporkan di neraca benar-benar ada di bank.
Rekonsiliasi sebaiknya dilakukan setiap bulan, segera setelah rekening koran bulan itu tersedia. Semakin lama ditunda, semakin sulit menelusuri asal selisihnya.
Penyebab Selisih Saldo Bank dan Pembukuan
Selisih umumnya berasal dari dua kelompok: perbedaan waktu pencatatan, dan transaksi atau kesalahan yang baru diketahui saat membaca rekening koran.
Selisih karena waktu pencatatan
| Penyebab | Artinya | Efek |
|---|---|---|
| Setoran dalam perjalanan | Uang sudah disetor dan dicatat di buku, tetapi baru masuk ke rekening bank beberapa hari kemudian | Saldo bank lebih kecil dari seharusnya |
| Cek atau giro yang belum dicairkan | Pembayaran sudah dicatat di buku, tetapi penerima belum mencairkannya | Saldo bank lebih besar dari seharusnya |
Kedua jenis ini tidak perlu dijurnal. Transaksinya sudah benar di pembukuan; bank hanya belum memprosesnya.
Selisih yang harus dicatat di pembukuan
| Penyebab | Artinya |
|---|---|
| Biaya administrasi bank | Bank memotong saldo, tetapi perusahaan belum mencatatnya |
| Bunga atau jasa giro | Bank menambah saldo, tetapi perusahaan belum mencatatnya |
| Kesalahan pencatatan | Nominal di buku berbeda dengan transaksi sebenarnya, misalnya angka tertukar saat mengetik |
| Transaksi yang terlewat | Transfer masuk atau keluar yang belum dicatat sama sekali |
Kelompok kedua inilah yang memerlukan jurnal penyesuaian.
Langkah-Langkah Rekonsiliasi Bank
- Siapkan rekening koran untuk periode yang direkonsiliasi, dan buka buku besar akun bank untuk periode yang sama.
- Catat saldo akhir dari rekening koran dan dari buku besar.
- Cocokkan transaksi satu per satu, dari buku ke rekening koran dan dari rekening koran ke buku. Tandai transaksi yang muncul di keduanya.
- Kelompokkan yang tidak cocok ke dalam penyebab di atas: setoran dalam perjalanan, cek beredar, biaya bank, bunga, atau kesalahan.
- Hitung saldo bank yang disesuaikan: saldo rekening koran ditambah setoran dalam perjalanan, dikurangi cek yang belum dicairkan.
- Hitung saldo buku yang disesuaikan: saldo buku dikurangi biaya bank, ditambah bunga, lalu dikoreksi dengan kesalahan pencatatan.
- Pastikan kedua saldo yang disesuaikan sama. Kalau belum, masih ada transaksi yang belum ditemukan.
- Buat jurnal penyesuaian untuk item yang harus dicatat di pembukuan.
Contoh Perhitungan Rekonsiliasi Bank
PT Contoh Sejahtera merekonsiliasi rekening bank per 31 Mei:
- Saldo menurut rekening koran: Rp48.750.000
- Saldo akun bank menurut buku besar: Rp45.230.000
Setelah transaksi dicocokkan, ditemukan:
- Setoran penjualan tanggal 31 Mei sebesar Rp5.000.000 baru masuk ke rekening pada 2 Juni.
- Cek pembayaran ke pemasok sebesar Rp8.200.000 belum dicairkan.
- Biaya administrasi bank Rp30.000 belum dicatat di buku.
- Jasa giro Rp260.000 belum dicatat di buku.
- Pembayaran listrik sebesar Rp1.450.000 tercatat di buku sebagai Rp1.540.000, sehingga saldo buku terpotong Rp90.000 terlalu banyak.
Saldo bank yang disesuaikan
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Saldo menurut rekening koran | Rp48.750.000 |
| Ditambah: setoran dalam perjalanan | Rp5.000.000 |
| Dikurangi: cek yang belum dicairkan | (Rp8.200.000) |
| Saldo bank yang disesuaikan | Rp45.550.000 |
Saldo buku yang disesuaikan
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Saldo menurut buku besar | Rp45.230.000 |
| Dikurangi: biaya administrasi bank | (Rp30.000) |
| Ditambah: jasa giro | Rp260.000 |
| Ditambah: koreksi salah catat pembayaran listrik | Rp90.000 |
| Saldo buku yang disesuaikan | Rp45.550.000 |
Kedua saldo yang disesuaikan sama, yaitu Rp45.550.000. Rekonsiliasi selesai dengan selisih nol.
Jurnal Penyesuaian
Hanya item 3, 4, dan 5 yang dijurnal. Setoran dalam perjalanan dan cek yang belum dicairkan tidak dijurnal, karena keduanya sudah tercatat dengan benar di buku.
Biaya administrasi bank
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Administrasi Bank | Rp30.000 | |
| Bank | Rp30.000 |
Jasa giro
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bank | Rp260.000 | |
| Pendapatan Jasa Giro | Rp260.000 |
Koreksi salah catat pembayaran listrik
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bank | Rp90.000 | |
| Beban Listrik | Rp90.000 |
Setelah ketiga jurnal ini dicatat, saldo akun bank di buku besar menjadi Rp45.550.000, sama dengan saldo bank yang disesuaikan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menjurnal setoran dalam perjalanan atau cek beredar. Keduanya sudah tercatat. Menjurnalnya lagi membuat transaksi tercatat dua kali.
- Menganggap rekonsiliasi selesai padahal masih ada selisih kecil. Selisih kecil sering berasal dari kesalahan yang polanya berulang, dan bisa membesar di bulan-bulan berikutnya.
- Membandingkan dengan saldo yang bukan dari buku besar. Saldo yang dicocokkan harus sama dengan yang dipakai di neraca. Kalau saldo diambil dari catatan terpisah, rekonsiliasi bisa cocok padahal neracanya tetap salah.
- Menunda rekonsiliasi berbulan-bulan. Transaksi lama lebih sulit ditelusuri, dan rekening koran lama kadang harus diminta ulang ke bank.
Rekonsiliasi Bank di NemoAP
Di NemoAP, rekonsiliasi dilakukan langsung terhadap buku besar, jadi saldo yang dicocokkan sama dengan yang tampil di Neraca:
- Catat dulu transaksi yang belum ada di pembukuan, seperti biaya administrasi dan jasa giro, sebagai transaksi bank.
- Buka menu Bank, pilih tab Transactions, pilih rekeningnya, lalu klik Rekonsiliasi.
- Isi periode dan saldo akhir sesuai rekening koran.
- Centang transaksi yang sudah muncul di rekening koran. Setoran dalam perjalanan dan cek yang belum dicairkan dibiarkan tidak dicentang.
- NemoAP menghitung selisihnya secara langsung, dan sesi rekonsiliasi hanya bisa ditutup kalau selisihnya nol.
Pada contoh di atas, saldo buku besar setelah penyesuaian Rp45.550.000. Setoran Rp5.000.000 dan cek Rp8.200.000 yang tidak dicentang membuat saldo menurut pembukuan menjadi Rp48.750.000, sama dengan rekening koran.
Selengkapnya tentang fitur ini ada di halaman rekonsiliasi bank NemoAP.
Kesimpulan
Rekonsiliasi bank memastikan saldo kas di laporan keuangan benar-benar sesuai dengan uang yang ada di bank. Kuncinya ada tiga: lakukan setiap bulan, pisahkan selisih karena waktu dari selisih yang harus dijurnal, dan jangan menutup rekonsiliasi sebelum selisihnya nol.
